OPINI
4:41:00 PM
Belakangan ini gue buka sosial media mana pun isinya AHOK.
Sebelumnya gue hanya ber opini disini bukan sebagai pembela kubu mana pun. Gue pun gak tau ada berapa kubu-kubu yang tak terlihat di fenomena ini yang semata-mata ada unsur sendiri, yaitu ada tujuan lain untuk mereka yang punya kepentingan sendiri.
Siapa bilang Uang itu gak bisa membeli kebahagiaan. Yang nyatanya kita sebagai manusia sangat manusiawi kalo ada uang ya matanya langsung hijau. Mungkin hanya segelintir orang yang imannya kuat untuk tidak tergoda dalam bentuk apapun didalam agama mana pun.
SEMUA KARENA UANG.
Yang melatarbelakangi drama ini adalah uang. Yang gue sebut diatas, kita itu gak tau klo ada oknum halus gak keliatan yang berada didalam sandiwara ini. Lucunya, yang kecewa kecewa banget, yang seneng ya seneng banget. Kecewa untuk beberapa kubu (mungkin) saja gagal mencapai target, sebaliknya, seneng karena disalah satu kubu (mungkin) sudah mencapai targetnya. Ini semua hanya permainan dunia, perebutan topeng, dan penyegaran lakon.
Sungguh, yang benar datangnya hanya dari Allah SWT.
Mungkin gue yang gak punya penguasaan ilmu politik cuma bis anilai dari beberapa sumber, kalo negara kita butuh orang yang "udah lah bener bener ngurus negara atau wilayah, gausah dicampur-campurin pake uang". Revolusi mental para manusia sekarang ini penting untuk diperbaiki. Balik lagi ke hati dan masing-masing orang. Bukan cuma bicara SARA.
Apa kalian tau banyak penyelundup dalam bentuk apapun yang memang (sengaja dilindungi oleh orang dalam) yang diam-diam ambil alih kekuasaan?
Apa gue, kalian dan mereka mikir sampe situ?
Gue cuma bisa bayangin kaya di film-film, para kancil-kancil itu memonitor kita di layar besar banget. Yang kadang tertawa melihat tingkah kita, terkadang raut pesimis melihat ada orang pjntar yang kuat (yang gak bisa dicuci otak pake uang). Gue sih kebayang, akan ada beberapa kelompok orang dibalik sandiwara dunia ini.
Oke kalo bapak itu memang terbukti bersalah karena lisannya. Yang bukan ranahnya bapak itu buka, karena bapak itu sendiri tidak pernah atau tidak belajar sama sekali tentang kitab kami.
Pak, asal bapak tau, bagi mereka yang Muslim yang mungkin saja jarang baca atau buka Quran, gak tau pak apa yang bapak bicarakan itu lalu atas kasus ini mungkin saja , banyak kami yang muslim lebih mau buka ayat yang bapak bicarakan itu. Terima kasih pak, mungkin hanya 30% kami muslim yang terbuka hati membuka atau mengakses internet untuk cari tau apa isi ayat tersebut.
Gue agak aneh sih, kalo aja bapak gak bahas-bahas ayat itu, tetep aja pak, saya gak akan pilih bapak, LOL #dikeplak
Dan bapak banyak berjasa untuk Jakarta yang lebih maju lagi, Terima kasih pak atas dedikasinya untuk Jakarta, semoga Allah SWT yang membalas segala keringat bapak. Kami? Kami hanya seorang manusia tempat nya salah.
Tetap semangat pak Ahok, tetap berkarya di sana. Tetap tabah keluarga pak Ahok, mungkin ini bagian dari skenario Allah yang sudah dirancang cantik untuk mendapat keberkahan.
Gue cuma mau ingetin.
Se ngefans-fans nya gue sama siapapun tokoh pendidikan, politik, artis sekalipun.
Suka lah sekedarnya, coy.
Apa nama mereka yang lo pake di setiap lo berdoa?
Cuma mau ingetin, hanya Rasulullah yang mikirin nasib cucu cicitnya kelak nanti bagaimana kehidupannya.
"Ummati.. Ummati.. Ummati.."
Nama yang sering kita sebut disetiap sholat kita.
Nama yang nanti akan memberikan syafaat untuk kita.
Sudah sampai mana kita mengaguminya? Rasul Allah, Allah yang beri kita kehidupan.
Begitulah.
0 comments