Tulisan ini khusus dibuat untuk sahabat dan teman - teman yang bertanya, program apa yang aku jalani sehingga Allah kasih kehamilan..
Sebelum dimulai, aku minta doa nya dari kalian, agar aku dan janin dalam kandunganku saat ini tumbuh sehat, berkembang baik, normal tanpa kurang satupun. Aaamin yAllah (Al Fatihah).
Menikmati perjalanan.
Yang dinamakan perjalanan tentunya tidak ada yang mulus, banyak rintangan, bebatuan, tanjakan, turunan dan berbagai tantangan lainnya. Mau tidak mau, kita harus menyiapkan energi kita baik jasmani dan rohani untuk bisa menikmatinya. Bagiku, ini adalah wujud kasih sayang Allah yang membuat perjalanan hidup ku sangat berarti untuk dimaknai.
5 tahun pernikahan tidak semudah perjalanan yang ku lalui, khususnya untuk urusan buah hati. Ketika beberapa sahabat dan teman seperjuangan sudah diberikan dahulu oleh Allah kepercayaan, aku bisa apa? aku hanya bisa bahagia dan tentunya masih baper. Tapi, selalu yakin dan percaya, bahwa Allah pasti kasih. Titik ikhlas ku ketika, ya Allah jika memang aku tidak kau beri kesempatan di dunia ini, maka hadiahkan anak-anak di akhirat nanti. Karena kita sebagai umat muslim perlu mengingat bahwa, dunia hanyalah sementara dan apa yang ada di kita adalah titipan. Masya Allah.
Tahun pertama pernikahan aku sudah mulai mencoba ikhtiar ke dokter kandungan, rumah sakit mana yang tidak aku kunjungi untuk mengetahui kondisi rahim ku. Ternyata pada saat itu aku termasuk "kelebihan berat badan", saat itu BB ku 70Kg. Jalan satu-satunya diminta oleh dokter untuk diet, tapi diet tidak semudah itu. Efek dari BB ku 70 Kg adalah haid yang tidak lancar dan cepat lelah. Haid yang tidak lancar menyebabkan ketidaksuburan pada wanita. Memang tidak semua wanita bertubuh besar mengalami hal sama. Tapi iya dengan diriku.
Kesadaranku masih sedikit untuk mengubah pola hidupku, jarang olahraga dan selalu makan berlebih. Sampai aku tidak berani kembali ke dokter karena BB ku tidak kunjung turun.
Tahun kedua aku bertekad untuk mengubah pola hidupku, tapi ya masih On-Off, begitu juga dengan suami. Suami ku pada dasarnya sangat mencintai olahraga pada saat di asrama, ketika berhenti berolahraga BB nya pun naik drastis. Di tahun ini juga, aku direkomendasikan untuk mengecek Sperma yang ada di suami, hasilnya masih normal.
Tahun ketiga, aku masih bolak balik ke dokter kandungan yang tidak rutin, karena suami memang sibuk keluar kota sehingga tidak ada waktu untuk fokus untuk program hamil.
Aku sudah menjalankan beberapa proses seperti cek tuba falopi, apakah ada penyumbatan atau tidak, dll hasilnya normal. Lalu aku bisa apa? aku hanya bisa pasrah dan banyak doa.
Singkat cerita, pada tahun ini Indonesia maupun dunia sedang mengalami ujian bersama yaitu dengan ada nya Pandemi Covid 19, banyak yang harus disyukuri atas kelebihan dari pandemi ini. Dari kantor mengeluarkan kebijakan agar WFH 100% selama 3 bulan, dan pada waktu itu tepat melewati Bulan Suci Ramadhan, yang kita ketahui bahwa ketika kita panjatkan doa, insyaAllah akan dikabulkan oleh Allah. Bulan Ramadhan 2020 kemarin aku fokuskan untuk mendekati diri kepada Allah, dengan memperbaiki segala ibadahku, lebih rajin solat tahajud dan sunnah lainnya. Tentunya ditambah sedekah ke anak-anak yatim piatu. Dan segala ikhtiar kerohanian lainnya aku jalankan dengan modal yakin, Allah akan kasih diwaktu yang tepat.
Lalu selain mendekati diri kepada Allah, ditahun 2020 ini aku mempersiapkan tubuhku agar selalu fit dengan minum vit C dan olahrga rutin, alhasil aku bisa turun BB menjadi 50 Kg pada waktu itu.
Aku juga sempat mengkonsumsi obat herbal, madu dan kunyit asam yang ku beli di Instagram "Sehat Herbs", kalian boleh cek IG nya ya. Aku konsumsi selama 3 bulan dan memang banyak yang berhasil. Selain itu aku juga beli buah zuriat dan aku konsumsi setiap pagi dan malam bersama suami ku pada saat masa karantina di rumah.
Tidak terasa 3 bulan di rumah masa karantina karena covid dan kantor membuat kebijakan baru agar masuk ke kantor dengan presentase kehadiran tertentu. Aku sibuk lagi berangkat ke kantor dan ikhtiar diatas sudah tidak lagi aku jalankan, aku hanya mengkonsumsi You C 1000 setiap hari agar imunku tetap terjaga.
Ternyata faktor lain juga mempengaruhi, yaitu kebahagiaan. Saat itu Allah berikan aku banyak kebahagiaan, tanpa harus aku sebutkan satu persatu. Rasanya hilang semua penat apalagi tersirat pikiran untuk program hamil, Aku fokus untuk mewujudkan beberapa mimpi-mimpi ku yang tertunda.
Ditengah perjalanan menunaikan mimpi-mimpi ku, aku coba testpack karena aku telat 4 hari pada bulan Oktober lalu. Ohya, dengan olahraga rutin BB ku ideal dan haid ku kembali sangat lancar. Jadi aku bisa perkirakan kapan masa suburku. Pagi itu aku iseng Testpack dan ternyata garis samar, aku coba hubungi sahabatku untuk memastikan artinya apa, lalu aku disarankan untuk menggunakan testpack lain. Dan hasilnya Positif. Rasa haru, kaget dan bahagia datang menghujani ku. Alhamdulillah ya Allah, ternyata ini sudah waktunya.
Minggu ke minggu ku menikmati kehamilan ini dengan penuh drama, mual muntah dan rasa-rasa lainnya. Alhamdulillah atas segala nikmat ini.
Inti dari ceritaku diatas yaitu,
Apakah aku program hamil ke dokter? Jawabannya tidak, karena aku berdoa, ya Allah berilah aku kehamilan normal, karena utk ke dokter program memakan banyak waktu dan biaya, sungguh. (Tahun-tahun sebelumnya pernah menjalani)
Lalu hanya itu yang dilakukan?
Ya, tidak ada program khusus yang aku jalani, aku hanya mendekati diri kepada Allah, hidup sehat dan olahraga teratur. minum-minuman herbal yang biasa, dan banyak sedekah dengan niat yang kamu ingikan. Dan paling penting, Bahagiakan dirimu.
Semoga cerita ku ini sangat membantu untuk menumbuhkan semangat kalian yang kadang kendor untuk memulai program hamil. Yakin Allah pasti kasih diwaktu yang tepat, tidak maju juga tidak telat. Sebab, tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah. Dan segala doa pasti dikabul. Bismillah yaaaa.
Sekian <3
With Love.