In
Sabtu itu.
Sabtu itu.
Hampir terjadi cinta pada masanya. Dua manusia yang sama-sama mengalihkan dunia agar tidak bertegur sapa kembali, entah dengan alasan apa. Atau dengan kesengajaan. Pria yang hilang karena tak siap melihat luka di hatinya, dan wanita yang pergi tanpa sadar ada senja yang menunggunya.
Selamat datang kembali pada peraduan mata mereka. Pada kalimat yang diwakilkan oleh senandung yang mereka habiskan siang itu. Dan seruputan kopi yang mereka nikmati sejak itu.
Berbagi cerita, terselip sakit yang ada atau hiburan semata. Tapi arti pertemuan tidaklah hilang. Sang wanita menuai kembali rasa yang dulu hilang dan sengaja diabaikan. Sang pria menerima keadaan yang sepantasnya terlihat. Segala keegoisan masa lalu tertutup sudah di sabtu itu.
Pulang tanpa meninggalkan tanda tanya,
pelepasan raga mereka,
ucap selamat berjumpa kembali,
entah diwaktu kapan dalam keadaan yang seperti apa.
Hampir terjadi cinta di sabtu itu, atau sabtu yang lalu,
Sabtu yang tidak pernah terdefinisi sebelumnya.
---
Terkadang ada yang bisa datang hanya sekedar mengucap salam, atau singgah sebentar dan berjabat tangan, atau berlama-lama dalam penantian.
Terkadang ada yang setia dipangkuan menunggu kejelasan tanpa berfikir panjang diterima dengan baik dan menjadi cinta.
Terkadang semua cerita terbungkus rapi dalam kenangan.
Menunggu takdir Illahi,
Sampai kapan terjadi? Sampai kapan kembali?
