In
2005
Di tahun itu, aku merasa..
Tahun manis, ucapku.
Tahun dimana masa remajaku bersinar, anak kelas 2 SMP yang mempunyai adik dan kakak kelas.
Tahun dimana aku bebas mempercantik rambutku, di kuncir, di catok, di warnai, di keriting lagi.
Tahun dimana aku suka sekali dengan warna Pink Baby.
Tahun dimana aku sedang pintar-pintar nya, berada di kelas 2 unggulan berkumpul dengan siswa-siswa pilihan peringkat 1-3 saat kelas 1 sebelumnya.
Tahun dimana aku mengenal, cinta.
Cinta monyet katanya.
Apel pagi selalu menjadi rutinitas sekolahku, mendengar amanat dari guru-guru yang bergiliran berdiri didepan, seakan kami ini memang butuh arahan.
Barisan siswa kelas 1, 2 dan 3 dipisah rapih dan dipimpin oleh masing-masing ketua kelas.
Hari itu seakan awan pun berwarna Pink Baby seperti tas dan jepitan yang kupakai, hihi.
Indah rasanya.
Sehari setelah pentas seni dilakukan saat perayaan pekan seni kemarin, membuat apel pagi ku hari ini terasa berbeda. Aku menjadi salahsatu pengisi acara, ya aku bagian dari anak Cheerleaders.
Lucu sekali jika diingat.
Spesialnya, di hari itu juga aku merasakan pertama kali jatuh cinta. Jatuh cinta dengan kakak kelas 3 yang mana dia pun berada di kelas 3 unggulan. Saat itu aku sama sekali tidak mengerti seperti apa cara berpacaran, telfonan kah? jalan bareng kah? tapi yang paling melekat adalah bertemu dengannya membuat ku memudahkan pinjam buku catatan dia saat kelas 2. Buku yang masih rapih dengan tulisan yang saat ini masih ku ingat. Tegas dan tajam seperti besi mungkin? Sejak itu, ada hasrat dalam hatiku untuk selalu rajin belajar, dengan dalih agar tidak malu kalau aku bodoh. Ya, tiap malam aku buka buku-buku catatan itu yang ku pinjam punyanya.
Singkat waktu, dia pun harus meninggalkan sekolah kami yang berada ditengah-tengah pembuangan sampah, iconic memang, tapi tidak sedikit lulusan sekolah kami melahirkan orang-orang hebat.
Yang ku ingat, kita sepakat bertemu di SMA yang sama. Semoga.
Sejak kelulusannya, apel pagi terasa berbeda. Hanya meninggalkan angin dingin dan selasar kelas yang tidak ada wujudnya bahkan aroma nya pun hilang.
Cerita ku selesai tidak lama, cerita yang singkat tapi manis seperti warna kesukaanku saat itu, Pink Baby.