Saat ini dunia sosial media menjadi kebutuhan primer masyarakat Indonesia khususnya gue. Tanpa disadari handphone selalu ada digenggaman tanpa bisa lepas sedikitpun. Inovasi-inovasi dari beberapa akun mulai mengalami kemajuan. Mereka yang tidak bisa menerima sesuatu yang baru hilang perlahan-lahan. Semakin banyak postingan yang kita lihat juga kita baca.
Bagaimana keadaan hati kita?
Gue sebagai pengguna aktif sosial media khususnya Instagram, Facebook dan Twitter harus pandai menjaga hati melihat dan membaca postingan dari teman-teman yang mungkin kita kenal didunia nyata atau mereka-mereka yang didunia maya.
Jika dilihat dari segi niat, kadang kita sendiri tidak menyadari apa yang kita posting ini untuk memperlihatkan sesuatu, untuk sarana dakwah, untuk informasi, atau yang lain-lain. Belum tentu apa yang mereka nilai sesuai dengan apa yang kita niatkan.
Mari kembali ke hati. Bagaimana hati kita? Bersihkah?
Ketika melihat postingan-postingan teman dunia maya kita. Apa kita masih bisa mengambil nilai positif dari apa yang kita lihat atau baca?
Hati itu sensitif.
Ketika kita memposting sesuatu hal, dan dilihat beberapa teman kita yang mungkin keadaannya mereka belum atau tidak bisa mempunyai apa yang kita posting, pasti akan ada yang tidak beres dengan hati. Begitu sebaliknya.
Tapi, bagaimana hati kita melihat dan menghadapi kehidupan sosial media saat ini. Intinya "Ketika hati lo ga siap dengan cara melihat postingan temen-temen lo yang kadang lo anggap riya' mending lo gausah hidup didunia maya".
Itu sebabnya jarang sekali niat berjalan lurus dengan apa yang ditangkap.
Belum lagi perkara feedback.
Dibeberapa akun sosial media ada banyak fitur yang menggiurkan, seperti like/love, komen dll.
Ini tidak seharusnya menjadi titik nilai lo untuk menilai seseorang.
Dengan contoh
"Kenapaaa sih dia gak pernah like/love postingan gue?? dia ga suka sama gue??"
atau
"ih norak banget sih ini dia post kaya gini, sombong" (akhirnya gak mau like/love).
Atau belum lagi lo liat beberapa temen deket lo terlihat like/love foto atau status temen yang ga deket sama sekali sama mereka dan melewati postingan lo sendiri. Pasti lo bertanya-tanya, kenapa dia? giliran sama gue jarang like/love.
Sesungguhnya guys!! Yang gini-gini gak akan ditanya di alam barzah, gak akan masuk di yaumul mizan, gak akan ngaruh di yaumul akhir. Astaghfirullah.
Itu kenapa gue selalu berdoa setiap solat untuk selalu minta dibersihkan hati gue dari yang kaya gini-gini, karena ini emang udah jadi jobdesnya syetan untuk bikin kita makin panas.
Semoga dengan berinovasi nya sosial media saat ini, otak dan niat kita pun mengikuti sehingga hati menjadi bersih. Aamiin ya Allah.