In
Menunggu
Sore hari ini sebelum saya beranjak dari bangku kantor saya, saya cek hp dan membuka FB. Ada sebuah foto dan juga caption yang panjang yang setiap saya buka FB selalu muncul di news feed saya. ternyata setelah saya baca adalah foto Hanum Rais yang kita kenal sebagai pengarang dari Novel Bulan Terbelah di Langit Eropa. Ternyata, perjuangan mbak Hanum dalam penantian buah hatinya memang cukup luar biasa. 10 tahun! 10 Tahun bukanlah waktu yang sebentar, entah beribu atau berjuta-juta pengulangan doa yang dipanjat, doa mereka sepasang suami-istri, doa orangtua mereka serta doa-doa orang-orang yang sayang kepada mereka. Maasyaa Allah. Belum lagi harus mempersiapkan mental dimana ketika berhadapan dengan pasangan yang mungkin baru sebulan menikah sudah dikaruniai keturunan. Ini yang sangat sulit. Hati semakin menyempit, dada semakin sesak, dan pertanya-pertanyaan kalbu datang. Apa salah kami?
Saya pribadi memang terus berikhtiar untuk menjemput anak-anak saya nanti, tetapi alhamdulillah kegiatan saya yang super ini telah mengalihkan atas pikiran keturunan. Tetapi ketika saya baca kembali postingan di FB mbak Hanum, semangat dan rasa percaya diri saya mulai teringat dan mulai tumbuh sendirinya. Terlebih rasa husnudzon saya kepada Allah SWT. Allah akan mengabulkan doa HambaNya di waktu yang tepat. Perlu digaris bawahi, diwaktu yang tepat menurut Allah. Karena tidak ada yang tahu waktu itu kapan datangnya.
Terima Kasih mbak Hanum, saya dan juga kami pejuang yang sama denganmu. Yang mungkin masih merasakan prosesnya. Maasyaa Allah indah skenario dari Allah. :")

