Selamat hari Jumat,
Hari ini entah kenapa saya ingin menulis tentang kalian para wanita yang belum menikah.
Jadi, kemarin habis dapat curhat dari salah satu teman tentang cobaan menuju pelaminan. Memang, semakin diuji atas segalanya, kata orang sih orang mau kawin cobaannya banyak. Ya bener sekali.
Sebelum saya menikah, saya hanya merasa sedih. Karena saya akan pisah dengan orangtua, walau bukan pisah daerah yang jauh ataupun pisah negara. Apalagi pisah dengan seorang Ibu. Saya anak yang dekat sekali dengan Ibu, 3 hari sebelum menikah saya menangis dipelukan Ibu saya. Mengingat masa-masa lalu bersama Ibu saya. Tapi ya memang orangtua wanita hanya bisa mengikhlaskan anak perempuannya untuk hidup bersama laki-laki pilihannya.
Ada yang perlu kita syukuri, sebelum kita mendapatkan jodoh dan menuju ke pernikahan.
Ialah, Waktu.
Waktu kita masih banyak untuk bersama keluarga, orang tua, kakak ataupun adik kita.
Berpuas diri membahagiakan orangtua, tanpa harus meminta izin kepada pasangan.
Meski menikah itu indah dan bahagia, tapi waktu kebersamaan dengan keluarga sudah berkurang dalam setiap harinya. Mungkin kita hanya bisa bertemu seminggu sekali atau sebulan sekali bahkan ada yang setahun sekali. (Untuk kalian yang setelah menikah pisah dengan orangtua).
Keuangan yang mungkin dahulu kita sisihkan untuk membantu mereka, setelah menikah mereka lebih mengikhlaskan untuk kita, anaknya. Karena mereka tahu, anaknya sedang memulai hidup berumahtangga.
Kita sadar, suami kita adalah tetap milik Ibunya. Kita (Istri) tetap milik suami.
Orangtua kita hanya dapat mendoakan untuk anaknya, agar anaknya hidup sukses dan bahagia bersama suami yang sudah Allah SWT pilihkan untuk mendampingi hidup berumahtangga.
Karena setelah pengucapan ijab dan qobul, selesai sudah tugas orangtua kita untuk bertanggung jawab atas hidup kita.
Untuk kalian wanita yang belum menikah,
Bersyukurlah, bersyukurlah dan bersyukurlah.
Allah SWT masih memberikan waktu lebih untuk bersama keluarga.
(gita, 15072016)