In
Curahan Hati
Assalamu'alaikum Wr Wb,
Bismillahirrahmanirrahim..
Itu judul udah "Curahan Hati" alias Curhat atau mencurahkan isi hati. hehe.
Sebelumnya saya mau ucapkan selamat kepada semua calon ibu yang sedang mengandung, dan buat para Ibu yang telah melahirkan putra-putri yang soleh-solehah, buat para Ibu yang berjuang untuk membesarkan titipan Allah, semoga selalu senantiasa diberikan usia panjang nan berkah, kesehatan, kekuatan, kelapangan dan kecintaan lebih tinggi kepada putra-putrinya.
Waktu cepet banget berlalu yah, dan pemikiran lambat laun semakin terupgrade, makin dewasa makin banyak yang dipikirkan, makin besar tanggung jawab, makin besar amanah yang Allah berikan.
"Udah isi?"
"Ini gendut isi apa gendut lemak?" (ini yang mirisss hiks)
"Wah gak tokcer nih suaminya.."
"Belum dipercaya mungkin..."
Semua kalimat diatas akan sangat sensitif jika didengar oleh pejuang calon ibu yang menanti kedatangan sang buah hati. Baiknya kita sebagai lawan bicaranya mesti memperhatikan kalimat agar tidak melukai ibu pejuang itu. karena apa? karena saya merasakan...
Satu tahun satu bulan usia pernikahan kami, Alhamdulillah.. Siapa sih yang gak mau punya keturunan? siapa sih yang gak mau rame rumahnya diisi dengan anak cucu? Siapa yang gak mau?
Toh, anak itu pun hak perogatif Allah SWT. Allah punya rencana lain dibalik penantian ini, Allah punya rencana lain dibalik cerita ini. Allah memberi ruang waktu untuk kami agar kami mengerti rasa berikhtiar, berjuang, pengorbanan waktu, fisik dan materi demi menjemput sang buah hati. Bukan kami yang meminta untuk tidak sekarang hadirnya buah hati, jangan kami disalahkan antara tokcer atau tidak tokcer, bukan maksud Allah pula tidak segera memberikan kepada kami, bukan berarti perkara "kami belum siap/ belum dipercaya" bukan.. bukan sama sekali. Kalian berani menjamin apa? Kalian tidak tahu betapa kami (buat mereka-mereka pasangan yang sedang berjuang menjemput kehadiran buah hati..) ya, betapa kami meluangkan waktu kami untuk memanjatkan doa pada Allah tentang keridhaan kami menanti datangnya buah hati, kalian tidak tahu berapa biaya yang kami habiskan demi ikhtiar lewat jalan medis maupun herbal untuk mendapatkan buah hati, kalian tidak tahu betapa banyak orang-orang terdekat kami ikut mendoakan kami agar segera diberikan keturunan putra-putri yang soleh-solehah, kalian tidak tahu. Intinya kalian tidak tahu, kalian hanya cukup mengganti kalimat diatas dengan kalimat yang baik (doa) bukan untuk menyudutkan kami. Jangan.. kami hanyalah Hamba, semua ketentuan kembali kepada Allah SWT.
Bahwa ketika apa yang kami inginkan tidak dapat kami dapatkan, bisa jadi itulah bukti cinta & perlindunganNya pada kami. Apa yang menurut kita baik, bisa jadi buruk di mata Allah. Apa yang kami anggap buruk, mungkin malah itulah yang terbaik menurut Allah. Menurut saya, yang terbaik itu ya punya anak sekarang, mumpung saya & suami masih muda, sehat, mapan. Tapi mungkin menurut Allah, waktu terbaik untuk saya punya anak itu nanti, setelah ikhtiar & doa saya lebih gigih lagi, ketika kesabaran & kepasrahan saya sudah lebih matang, dan ketika saya sudah benar-benar siap menjadi orangtua yang baik.
Bahwa ketika apa yang kami inginkan tidak dapat kami dapatkan, bisa jadi itulah bukti cinta & perlindunganNya pada kami. Apa yang menurut kita baik, bisa jadi buruk di mata Allah. Apa yang kami anggap buruk, mungkin malah itulah yang terbaik menurut Allah. Menurut saya, yang terbaik itu ya punya anak sekarang, mumpung saya & suami masih muda, sehat, mapan. Tapi mungkin menurut Allah, waktu terbaik untuk saya punya anak itu nanti, setelah ikhtiar & doa saya lebih gigih lagi, ketika kesabaran & kepasrahan saya sudah lebih matang, dan ketika saya sudah benar-benar siap menjadi orangtua yang baik.
Dibalik itu, Allah memberikan lagi rasa bahagia kepada kami dengan bersyukur, karena masih banyak diluar sana pasangan yang telah lama menikah dan telah lama pula menanti kedatangan buah hati. Mereka masih diberikan kekuatan Allah untuk berkhitiar, mereka masih diberikan kesabaran untuk menunggu kabar baik, mereka masih diberikan kelapangan rezeki untuk terus berusaha. Yang pada akhirnya Allah memberikan diwaktu yang tepat. Masyaa Allah....
Semoga Allah SWT mengubah pola pikir mereka yang memberikan pertanyaan itu, semoga Allah memberikan kesabaran, keikhlasan dan kelapangan rezeki bagi mereka yang masih dalam masa penantian buah hati, semoga kami... cepat disegerakan oleh Allah menjaga AmanahNya. Aamiin ya Rabb.....