#YoungMarriageLife
1:16:00 AM
Beberapa hari ini saya sering upload foto rumah saya dan dekorasi rumah ala-ala scandinavian, dan banyak yang tanya bagaimana cara mengumpulkan perabot, beli dimana aja dan bagaimana memilih perabot yang bagus dan tahan lama. Well, saya ceritakan semua ya disini. Semoga bermanfaat untuk kalian yang baru memulai berumahtangga.
Sejak sebelum menikah, saya dan suami sepakat untuk pisah tinggal dengan orang tua, padahal orang tua kami sangat amat keberatan melihat anaknya harus tinggal di rumah sewa dan apa-apa serba sendiri. Tapi ini yang menjadi tantangan kami, dengan drama yang panjang akhirnya kami bisa keluar dari lingkaran orang tua tanpa harus merepotkan mereka. Sebulan setelah menikah kami menyewa rumah di daerah Kebagusan Jakarta Selatan, nah inilah awal kami hidup berumah tangga, karena kami berdua adalah pekerja, rumah hanya sebagai villa (kata tetangga sih, om dwi dan tante gita rumah udah kaya villa ada nya di hari sabtu-minggu doang, itupun kalo ga pergi). Setelah cocok dengan rumah yang kami sewa, kami merasakan rumah belum diisi apapun, hanya limpahan piring, gelas dan alat masak seadanya dari orang tua. Ohya, Alhamdulillah rezeki kami dapet kado pernikahan perabot rumah tangga cukup banyak. (( Hi, kalian semua makasih ya udah kadoin kami...)). Kami merasakan tidur beralaskan tiker dari plastik berwarna merah yang kami tumpuk dengan selimut kado dari pernikahan. Dulu kami belanja perabot cukup di pasar, beli perintilan dari mulai galon minum (dulu isi airnya ya rebus air sumur), sapu, kain pel, dll. Alhamdulillah, suami pulang dinas ada lebihan rezeki, akhirnya kami beli perabot yang penting misalnya Kasur, Kulkas, Kompor, Meja, Dispenser, Mesin cuci dan alat elektronik lainnya. Kami rasa perabot rumah kami itu sangat cukup untuk kami hidup berdua. Dulu tidak ada kepikiran untuk beli sofa, meja dan lainnya. Ruang tamu dulu hanya memakai karpet yang kami beli di toko India didaerah Cilandak.
Jalan. Ya, hobi kami jalan. Jadi waktu itu kami jalan ke Margo City dan berkunjung ke JYSK Scandinavian Living, sukaaaa banget sama semua barang-barangnya, sayangnya dijual dengan harga yang lumayan. Dari situlah, otak kami jadi cinta dengan ala ala scandinavian decor. Kami mulai beli sofa dan perintilan rumah lainnya di JYSK, IKEA dan Ace Hardware. Dan, suami saya selalu excited kalo lagi berkunjung ke tempat perabot rumah, Alhamdulillah dia bisa diajak kerja sama dan menyerahkan semua ke istrinya tentang tata menata rumah, hihihi.
Membeli isi rumah tidak bisa sekaligus, guys. Satu persatu lama-lama juga lengkap. Dan kita harus buat daftar yang harus di beli sesuai kebutuhan. misalnya saya dulu males sekali nyuci baju pakai tangan dan jongkok, akhirnya mesin cuci bagi saya yang sangat penting didahulukan belinya. Kita harus pintar memilih perabot rumah tangga yang harus kita beli ditempat mahal ataupun dit warung perabot biasa. Menurut saya seperti ember, sapu, kain pel, kemoceng, gayung, tempat piring, jemuran baju tidak usah beli ditempat mahal, cukup di warung parabot biasa, karena harga yang murah dan bisa berkali-kali ganti jika rusak atau bosen. Dan yang perlu beli ditempat bagus dan terpercaya itu misalnya TV, Mesin cuci, kulkas, kompor, dispenser, AC (ohya saya sampai sekarang belum di acc untuk pasang AC sama suami, karena rumah kami yang sekarang sudah sejuk, hihihi). Sofa, lemari, rak-rak untuk penyimpanan itu bisa dibeli ditempat yang bagus karena biasanya ketika kita beli tempat yang bagus akan tahan lama. Jadi, biar deh mahal asal awet dan tahan lama.
Setelah satu tahun pernikahan, alhamdulillah kami pindah rumah didaerah Cibinong Bogor. Beli-belian perabot tidak berhenti malah makin sering belanja perabot rumah. Tapi jujur, saya sekarang lebih seneng beli untuk rumah ketimbang beli untuk saya lagi. Jadi agak kurang menarik ketika lewat toko baju, tas dan sepatu, hihihi. Kalau kata suami sih emang ada masanya saya akan berubah seperti ini. (Mungkin doa suami, hahaha).
Ya, Alhamdulillah atas segala nikmat yang Allah kasih. Mungkin Allah menunda kami diberikan momongan ada maksud tersendiri, alhamdulillah sambil menunggu kami mengumpulkan perabot rumah, jadi nanti anak-anakku tinggal enak dan menikmati, hihihi. Mungkin saja kalau Allah langsung memberikan kami momongan, beli-beli yang gini akan tertunda dulu. Kami menikmati semua ini, kami jalani semua ini tanpa putus doa. Boleh jadi yang kamu anggap baik belum tentu baik, yang kamu anggap buruk, belum tentu buruk, Allah Maha Mengetahui sedangkan kamu tidak. Boleh jadi sekarang saya pengen diberikan momongan sama Allah, tapi belum waktunya sekarang bagi Allah, dan digantikan dengan rezeki yang lain. Alhamdulillah.
Baiklah itu tadi cerita dari saya, semoga menjawab pertanyaan teman-teman yang pernah bertanya dan yang paling penting tulisan ini jadi manfaat untuk kalian yang pengantin baru dan memulai hidup berumah tangga, rezeki tidak kemana. Welcome to the club (:
0 comments