Sebuah pencerahan
2:17:00 PM
Kagum. Saya terlalu kagum oleh perempuan-perempuan yang sudah dahulu berjilbab panjang. Kenapa? Karena mereka paham dan tahu arti mengapa mereka harus memakai itu. Bukan, bukan pula tak kagum oleh mereka-mereka yang baru berhijrah sekarang. Memulai mencari-cari ilmu dan menutup badannya hingga syar'i. Tetapi bagaimana hati mereka? Yang saya tahu, mereka-mereka yang lebih dahulu telah memulai ber-syar'i adalah orang-orang yang saya tahu mereka memang benar-benar baik. Ya, hati dan pikirannya. Semoga kalian (mungkin juga termasuk saya) yang ingin berproses ke lebih baik lagi, dihindari dari segala fikiran buruk dan hati yang busuk. Aamiin.
Saya banyak mengenal mbak akhwat - akhwat kaffah di kampus (saya menyebutnya dengan mbak mbak mentor). Saya terlalu kagum oleh mereka. Ibadahnya, hatinya, pergaulannya, pola pikirnya, kecerdasannya, dan kehidupannya. Kali ini saya akan menceritakan sosok Kakak mentor saya, Ka Nurul. Beliau lulusan dari FIK UI, pertama saya dikenalkan oleh beliau pada saat pergantian kaka mentor dari Kakak tersayang dan cantik saya yaitu, Mbak Dian lulusan FIK UI. Saya dan Kak Nurul saling berteman dimedia sosial, jadi saya tahu segala apa yang beliau posting. Ka Nurul sudah lebih dulu menikah 4 tahun yang lalu.
Jadi siang tadi saya mencoba untuk chat dengan beliau, untuk sekedar tahu dan mendengar cerita bagaimana perjalanan program hamilnya. Karena saat ini Ka Nurul sudah hamil. Selalu terbuai oleh kalimat-kamlimat yang beliau kasih ke saya. Karena saya ingat dulu, ketika saya galau dengan jodoh beliau selalu memberikan motivasi seperti "Jika belum bisa menjadi fatimah, jangan pernah mencari Ali" Maksudmya, jika kita memang belum memperbaiki diri kita dengan benar, jangan pernah berharap akan mendapatkan jodoh yang baik yang soleh seperti di novel-novel islami, hihihi.
Sepanjang chat saya dan Ka Nurul, ternyata Ka Nurul ini mempunyai cerita yang hampir sama dengan saya. Sudah berkali-kali program ke dokter bogyn untuk promil. Alhamdulillah, Allah ijabah doa ka Nurul di tahun ke -4 pernikahannya. Beliau pun memberikan pencerahan kepada saya yaitu "Anak itu hak Allah, mau seperti Aisyah atau Khadijah kah kita nanti sudah di atu oleh Allah. Tinggal bagaimana kita hidup di dunia agar semulia Aisyah yang Allah takdirkan untuk tidak memiliki anak, juga apa semulia Khadijah yang memiliki anak namun Allah ambil nyawanya duluan disaat suaminya masih butuh ia untuk berjuang dalam menyebarkan islam". Nah, kata-kata ini yang saya butuhkan, bukan hanya sekedar "Semangat...." Memang, anak rezeki dari Allah, anak karunia dari Allah. Semoga saya dan calon ibu diluar sana segera diijabah doanya oleh Allah. Semoga yang terbaik untuk kita. Aaamiin ya Allah.
Allah dulu, Allah lagi dan Allah terus...

0 comments