Ibu Ibu Ibu
3:33:00 PM
Langkah ini yang pernah di
rasakan oleh Ibu, saat menunggu kehamilan anak pertamanya. Entah Ibu pada waktu
itu ada rasa “ingin segera” atau memang santai menunggu kedatangan buah hati
nya yang pertama. Dan ternyata Allah mengizinkan saya untuk hidup di Rahim Ibu,
sebelumnya pun Allah telah membuat janji kepada saya tentng takdir saya, ketika sampai saya
berada di dunia saya tidak berhasil ingat janji saya kepada Allah. Perjuangan Ibu
membawa saya dalam kandungannya, saya merasakan ketika Ibu sedih, senang, lelah
dan mengantuk. Terkadang saya masih menggoda Ibu ketika Ibu sedang tidur,
tendangan kecil saya membuat ibu terbangun. Menemani Ibu selama 9 bulan didalam
kandungan, saya yakin banyak doa yang Ibu panjatkan kepada Allah untuk
kesehatan saya berada di dalam perutnya, tentang kelancaran saya hingga saya
terlahir ke dunia. Sampai tiba waktunya saya harus bertemu Ibu juga Ayah yang
sudah menanti kedatangan saya selama 9 bulan. Alhamdulillah, saya bisa langsung
merasakan sentuhan Ibu mendengarkan suara adzan Ayah di telinga saya. Saya pun
masih merepotkan Ibu, suara tangis saya ketika saya merasa lapar dan haus, Ibu
rela membuang waktunya untuk memberi ASI saya. Terus dan terus hingga saya
mulai tumbuh. Mungkin sudah berjuta kali Doa yang telah Ibu panjatkan untuk
tumbuh kembang saya di dalam Shalatnya. Hingga saya berhasil tumbuh dan
berkembang merasakan dunia balita saya, bermain bersama teman-teman kecil saya.
Membaca, pertama saya mengenal membaca bukan dari tangan dan mulut orang lain,
tapi dari Ibu, Ibu yang dengan sabar mengajarkan saya membaca, memperkenalkan
saya dengan huruf, angka satu persatu, memperkenalkan saya dengan baca &
tulis Al-Quran, memperkenalkan saya tentang Agama.
Perjalanan demi perjalanan saya
dibantu melaluinya oleh Ibu, hingga pada saat saya menghadapi ujian sekolah,
Ibu dengan semangatnya menunggu saya menghafalkan pelajaran dan berusaha Tanya jawab
dengan saya apa yang sudah saya pelajari, sampai saya tidak mencapai target
saya untuk sekolah di sekolah impian saya, Ibu masih rela meberikan pelukannya
kepada saya.
Banyak doa, perjuangan, tangis
dan harap yang tak terlihat oleh saya, Ibu sudah melakukan semua untuk
saya. Yang mungkin sampai saat ini belum mampu membahagiakan Ibu, tapi Ibu tidak pernah meminta atas itu melainkan hanyalah agar saya tetap bahagia.
Sekarang saya berada di tangga proses menuju menjadi seorang Ibu, rasanya saya belum siap menjadi seorang Ibu seperti Ibu saya, tapi saya harus berusaha siap. Penantian saya untuk menyambut kehadiran buah hati-buah hati saya yang mungkin sekarang masih di surga atau sedang berjuang didalam rahim.
Nak, Ibu akan selalu berdoa, untuk kelancaran proses kamu perkembangan kamu tumbuh didalam Rahim Ibu. Ibu sabar menunggu hingga kamu ada di dunia. Hingga tangan kita bertemu, hingga Ibu bisa menciummu, karena Ibu ingin menjadi saksi perkembanganmu. Doa Ibu hanya untuk mu, Nak.
Sekarang saya berada di tangga proses menuju menjadi seorang Ibu, rasanya saya belum siap menjadi seorang Ibu seperti Ibu saya, tapi saya harus berusaha siap. Penantian saya untuk menyambut kehadiran buah hati-buah hati saya yang mungkin sekarang masih di surga atau sedang berjuang didalam rahim.
Nak, Ibu akan selalu berdoa, untuk kelancaran proses kamu perkembangan kamu tumbuh didalam Rahim Ibu. Ibu sabar menunggu hingga kamu ada di dunia. Hingga tangan kita bertemu, hingga Ibu bisa menciummu, karena Ibu ingin menjadi saksi perkembanganmu. Doa Ibu hanya untuk mu, Nak.
0 comments