Karena Menikah itu (butuh) perjuangan..

7:39:00 AM

Assalamualaikum readers,

Iya benar, bagi saya menikah adalah (butuh) perjuangan.. Saya dan suami saya terlahir bukan dari keluarga kelas menengah keatas, kelas menengah saja titik. Setelah suami saya berniat untuk melamar saya yaitu tepat H-8 bulan sebelum pernikahan, saat itu pula saya baru memulai untuk menabung. Banyak orang yang bilang "In syaa Allah rezeki selalu ada ketika punya niat baik" Alhamdulillah memang benar Allah mudahkan niat kami berdua menuju Halal, hubungan yang semata-mata ingin mencapai RidhoNya dan meminta keberkahanNya. Akhirnya saya dan suami saya terus menabung untuk membuat acara pernikahan kami, kebetulan Ibu saya mempunyai rias pengantin sangat membantu saya sekali. Irit budget juga hihihi. Ya, akhirnya sampai dengan memulai menyicil beli-beli seserahan, dll. Sebenarnya, menikah itu simple, seperti yang diajarkan Rasulullah, tetapi budaya kita yang selalu membuat pernikahan terkesan mewah dan glamour. Beruntungnya,  resepsi kami pun tidak seperti itu (Alhamdulillah). Semua berjalan dengan lancar. 

Pada saat saya duduk disamping calon suami saya saat akad nikah, inilah momentum yang paling menegangkan juga menyedihkan, karena belum bisa dikatakan Jodoh jika belum ucap ijab dan qobul. Saya terus berdzikir minta pertolongan Allah agar dilancarkan sesuai rencana. Hamdalah.. Ketika saya mendengar Ijab dan Qobul Suami dan Ayah saya,  rasa haru dan bahagia mengalir. Akhirnya, Saya halal dengan suami saya. Maasyaa Allah. Semua tamu dan juga malaikat yang hadir dalam akad nikah ikut mendoakan kami agar menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah dan warrohmah serta diberikan keturunan yang shaleh dan shalehah. In syaa Allah Aamiin. 

Karena menikah itu perjuangan.. Perjuangan untuk mencapai halal.. Perjuangan untuk meraih RidhoNya.. 

Wassalamualaikum Wr Wb

You Might Also Like

0 comments

Flickr Images

Subscribe